
Komplek Ditjen Haji, Tangerang Selatan – Dalam kultum sebelum salat Tarawih di Masjid Jami’ Al-Mabrur, Ustadz Sholeh Warsad menyampaikan nasihat tentang bahaya hasad (dengki) dalam kehidupan sosial dan kepemimpinan. Mengutip kitab Idhotun Nasyiin, beliau menegaskan bahwa sifat hasad tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menghalangi seseorang untuk menjadi pemimpin di berbagai tingkatan, mulai dari keluarga hingga masyarakat.
“Orang yang hatinya dipenuhi hasad tidak akan mampu menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana, baik dalam rumah tangga, lingkungan RT/RW, maupun dalam lingkup yang lebih luas,” ujar Ustadz Sholeh Warsad. Beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan membutuhkan keikhlasan, kebijaksanaan, dan sikap adil, bukan hati yang dipenuhi iri terhadap kelebihan orang lain.
Menurutnya, seorang ayah yang hasad kepada saudara-saudaranya tidak bisa memimpin keluarganya dengan baik. Seorang ketua RT atau RW yang dipenuhi dengki terhadap warganya tidak akan bisa menjalankan amanah dengan adil. Begitu pula dalam lingkup yang lebih besar, pemimpin yang hatinya dipenuhi iri hanya akan membawa kehancuran bagi orang-orang yang dipimpinnya.
“Kepemimpinan adalah amanah, bukan alat untuk menyaingi atau menjatuhkan orang lain. Jika hati penuh hasad, maka keputusan yang diambil akan cenderung merugikan banyak orang,” tambahnya.
Beliau menutup ceramahnya dengan mengajak jamaah untuk membersihkan hati dari hasad dengan memperbanyak rasa syukur, bersikap ikhlas, dan mendoakan kebaikan bagi sesama.
Kultum ini menjadi pengingat bagi jamaah Masjid Jami’ Al-Mabrur bahwa sifat dengki bukan hanya dosa yang merugikan diri sendiri, tetapi juga penghalang dalam membangun kepemimpinan yang amanah dan bermanfaat bagi banyak orang.

