
Komplek Ditjen Haji, Tangerang Selatan – Sebelum shalat tarawih berjamaah, jamaah Masjid Jami’ Al-Mabrur mendapat siraman rohani dari Ustadz Dr. H. Ahmad Sodiq, M.A dalam kuliah tujuh menit (kultum). Beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan terbaik dibandingkan bulan lainnya serta mengajak jamaah meneladani kesabaran para nabi dalam menghadapi ujian hidup.
Dalam kultumnya, Ustadz Dr. H. Ahmad Sodiq, M.A menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat. “Bulan ini lebih baik dari bulan lainnya karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya, dan Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Ustadz Dr. H. Ahmad Sodiq, M.A menekankan pentingnya kesabaran dalam menjalani kehidupan, dengan mencontohkan kisah para nabi yang diuji dengan berbagai cobaan. Nabi Ayyub misalnya, dikenal karena kesabarannya saat mengalami penyakit berat dan kehilangan harta serta keluarganya. Dalam penderitaannya, Nabi Ayyub tetap berdoa kepada Allah:
“Rabbi innii massaniyadh dhurru wa anta arhamur raahimiin.”
(“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”) – (QS. Al-Anbiya: 83).
Selain itu, Ustadz Dr. H. Ahmad Sodiq, M.A juga menyebut Nabi Zakariya, saudara Imron dan imam Masjidil Aqsa, yang diuji dengan kemandulan istrinya hingga usia lanjut. Namun, berkat kesabarannya dalam berdoa, Allah akhirnya menganugerahkan keturunan berupa Nabi Yahya.
Kisah Nabi Hizqil juga menjadi pelajaran bahwa kesabaran dan keimanan dapat membawa pertolongan Allah, meskipun dalam kondisi yang sangat sulit. Sementara itu, Nabi Yusak yang merupakan murid Nabi Musa, menunjukkan keteguhan hati dan kesabaran dalam menuntun kaumnya menuju kemenangan.
Di akhir kultumnya, Ustadz Dr. H. Ahmad Sodiq, M.A mengajak jamaah untuk meneladani kesabaran para nabi dalam menjalani Ramadhan. “Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai bulan penuh kesabaran, ketakwaan, dan peningkatan amal ibadah. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah,” tutup beliau.
Setelah kultum, jamaah melanjutkan shalat tarawih berjamaah dengan penuh kekhusyukan.
