
Komp Ditjen Haji, Tangerang Selatan – Sebuah kajian singkat penuh makna kembali digelar dalam rangkaian kegiatan keagamaan di Masjid Jami’ Al-Mabrur, yang diawali dengan lantunan sholawat bersama. Dalam kesempatan ini, Ustadz Drs. H. Cecep Abdurahman menyampaikan tausiyah dengan tema “Penyakit, Obat, dan Penyembuh.”
Kegiatan diawali dengan lantunan sholawat bersama yang menambah kekhusyukan suasana. Dalam kesempatan ini, Ustadz Drs. H. Cecep Abdurahman menyampaikan kultumnya.
Dalam ceramahnya, beliau mengutip sebuah hadis yang berbunyi:
“صُومُوا تَصِحُّوا”
“Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Thabrani)
Hadis ini tidak hanya berbicara tentang kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan ruhani. Ustadz Cecep menjelaskan bahwa puasa membantu membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin seperti iri, dengki, amarah, dan kesombongan.
“Ketika seseorang berpuasa dengan penuh keikhlasan, jiwanya menjadi lebih tenang. Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri, tidak hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa salah satu penyakit ruhani terbesar adalah kelalaian terhadap Allah. Kesibukan dunia sering kali membuat manusia lupa berzikir, beribadah, dan merenungkan hakikat kehidupan. Puasa hadir sebagai sarana untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah, menata hati, serta memperkuat keimanan sampai dengan derajat mukmin, muslim, Muhsin, Muhklis dan Muttaqin.
“Puasa adalah sarana untuk menyucikan diri. Dengan menahan hawa nafsu, kita membersihkan hati dari segala bentuk kotoran spiritual yang menghalangi kedekatan kita dengan Allah,” tambahnya.
Ustadz Cecep juga mengingatkan jamaah bahwa puasa yang diterima oleh Allah bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta perbuatan agar tetap dalam kebaikan.

