
Wisuda Takhassus dan Bin Nadhar santri Tebuireng, Ahad 15 Mei 2025. Jumlah peserta yang diwisuda 550 santri. Pengemasan Wisuda di Pesantren ini sangat jauh dari sangat bagus dan modern dengan pemanfaatan videotron yang tidak kurang berukuran 5.x 2,5 meter. Plus sound system yang kapasitas nya diperkirakan lebih dari 10000 watt yang mengeluarkan suara layaknya konser. Pesantren sudah memanfaatkan teknologi modern dan mengadaptasi pengelolaan acara dengan peralatan canggih.
Di tengah prosesi tersebut, tetap terselipkan nilai Pesantren seperti motto mempertahankan yang lama yang bagus dan mengambil yang baru yang lebih bagus (almuhafdhatu ala alqadim alshalih wa alakhdu bi aljadid alashlah. Selain itu, Ahmad Zahro guru besar Bidang Fikih yang menjadi penceramah pada kesempatan itu menyampaikan kiat sukses belajar yang dipraktikkan banyak ilmuwan dari Pesantren.
Pertama, ikhlas. Seorang yang sedang mencari ilmu harus diniatkan karena Allah. Belajar adalah perintah agama. Menjalankannya adalah ibadah. Niat mencari ilmu hanya karena Allah dan mencari ridha-Nya.
Kedua, berbakti kepada kedua orang tua. Allah menjadikan orang tua sebagai keramat bagi anaknya. Doa orang tua makbul. Ridha orang tua adalah ridha Allah. Seorang santri wajib meminta doa dan ridha Allah. Allah akan memudahkan semua proses belajar dan memberikan ilmu yang bermanfaat. Orang tua pun demikian selalu mendoakan agar anaknya dimudahkan. Selain itu, ia ikut tirakat sebagaimana anaknya yang tirakat mencari ilmu.
Ketiga, berani bersusah payah (tirakat). Santri harus siap dengan berbagai keadaan dan tantangan. Tidak boleh menyerah dan mengeluh dengan beratnya mencari ilmu. Belajar adalah waktunya untuk memaksimalkan ikhtiar dan tirakat. Suatu saat santri akan memanen hasilnya.