
Komplek Ditjen Haji, Tangerang Selatan – Sebelum pelaksanaan salat tarawih berjamaah di Masjid Jami’ Al-Mabrur, jemaah mendapatkan siraman rohani dari Ustadz Drs. Dindin Sobiruddin, M.Kom. Dalam kultumnya, beliau membahas tema “Lebih Baik Jujur atau Diam?” sebagai pengingat penting bagi umat Islam dalam menjaga lisan.
Dalam kajiannya, Ustadz Dindin menegaskan bahwa seorang Muslim harus berhati-hati dalam berbicara. Jika perkataannya membawa kebaikan, maka ia dianjurkan untuk mengucapkannya. Namun, jika ragu atau perkataan itu berpotensi menimbulkan keburukan, maka lebih baik diam. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga mengingatkan bahwa lisan ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan dengan baik, lisan bisa menjadi sumber kebaikan, menyebarkan ilmu, serta mempererat tali persaudaraan. Namun, jika disalahgunakan, lisan dapat melukai, menyakiti, bahkan menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, setiap Muslim harus bijak dalam berbicara agar tidak menyakiti orang lain atau menimbulkan fitnah.
Kultum yang berlangsung dengan penuh perhatian ini memberikan motivasi bagi jemaah untuk lebih berhati-hati dalam berbicara. Setelah kultum selesai, jemaah melaksanakan salat tarawih berjamaah dengan penuh kekhusyukan.