Senin, 2 Maret 2026

Terbit : Kam, 06 Maret 2025

Kultum Tarawih: Ustadz H. Solikhul Umam Bahas Puasa, Lapar, dan Nikmatnya Berbuka

Oleh : Admin News
Kultum Tarawih: Ustadz H. Solikhul Umam Bahas Puasa, Lapar, dan Nikmatnya Berbuka

Komp Ditjen Haji, Tangerang Selatan – Menjelang salat tarawih, para jamaah di Masjid. Al-Mabrur mendapatkan siraman rohani melalui kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Ustadz H. Solikhul Umam, S.Ag. Kultum kali ini mengangkat tema “Puasa, Lapar, dan Nikmatnya Berbuka,” yang mengajak jamaah untuk lebih memahami makna di balik rasa lapar saat berpuasa.

Dalam ceramahnya, Ustadz H. Solikhul Umam, S.Ag menjelaskan bahwa lapar bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga sarana untuk merasakan empati terhadap mereka yang kurang beruntung. “Rasa lapar mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, sekaligus mengasah kepekaan sosial kita terhadap sesama,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa berbuka puasa bukan hanya soal mengakhiri rasa lapar, tetapi juga momen untuk mensyukuri rezeki yang diperoleh. “Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berbuka dengan kurma dan air, karena selain sunnah, itu juga mencerminkan kesederhanaan dan keberkahan dalam makanan yang kita konsumsi,” tambahnya.

Kultum ini mendapat respons positif dari jamaah yang hadir. Salah seorang jamaah, Bapak Ediyansyah mengaku kultum tersebut memberikan perspektif baru tentang arti berpuasa. “Terkadang kita terlalu fokus pada menu berbuka, padahal esensi puasa adalah bagaimana kita bisa lebih dekat dengan Allah dan peduli terhadap sesama,” katanya.

Setelah kultum selesai, jamaah melanjutkan dengan salat tarawih berjamaah, menandai kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. (Reporter: Andrianto / Media Al-Mabrur)

Masjid Jami' Al-Mabrur
Jl. Legoso, RT. 01 / RW. 01, Pisangan, Kec. Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15419
  • Hiasilah masjid dengan doa dan kepasrahanmu terhadap kekuasaan Allah, niscaya hatimu akan lebih tenteram setelahnya